DPRD NTB BAHAS APBD-P 2012 SEBELUM LEBARAN

215

     Mataram, 7/8 (ANTARA) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan pembahasan APBD Perubahan (APBD-P) 2012, sebelum lebaran Idul Fitri 1433 Hijriyah, 19-20 Agustus mendatang.
     “Tidak boleh terus tertunda, targetnya sebelum lebaran sudah ada pembahasan APBD-P itu,” kata Wakil Ketua DPRD NTB Suryadi Jaya Purnama, di Mataram, Selasa, ketika menjelaskan pembahasan APBD-P NTB 2012 yang terkesan telat dibanding tahun sebelumnya.
     Ia mengatakan, Badan Musyawarah (Banmus) DPRD NTB baru menyusun jadwal sidang pembahasan APBD Perubahan itu, karena juga baru diajukan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi.
     Dokumen pengajuan pembahasan APBD-P NTB 2012 baru dikirim ke pimpinan DPRD NTB, pada Senin (6/8).
     “Tapi diyakini akan dapat berjalan sesuai rencana, yakni penetapan APBD Perubahan setelah 21 hari pembahasan di gedung DPRD NTB. Kira-kira, pekan kedua September 2012 sudah ada penetapannya,” ujarnya.
     Suryadi menambahkan, pembahasan APBD-P NTB 2012 itu juga relatif bersamaan dengan pembahasan rancangan APBD NTB 2013.
     Saat ini dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) untuk APBD NTB 2013 sudah hampir rampung.
     “Nanti pembahasannya relatif bersamaan, namun rampungnya beda-beda. Mohon dukungan semua pihak agar dapat terlaksana secara baik, aman dan lancar,” ujarnya.
     Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB Rosiadi Sayuti mengatakan, pihaknya meningkatkan nilai anggaran pembangunan untuk program unggulan daerah pada rancangan APBD Perubahan 2012.
     “Anggaran untuk program unggulan ditingkatkan dalam APBD Perubahan 2012 agar target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai,” ujarnya.
     Ia mengatakan, sebagian besar anggaran belanja langsung dimanfaatkan untuk beragam program unggulan, seperti percepatan infrastruktrur jalan dan lanjutan program unggulan 3A (Absano, Akino dan Adono), serta agribisnis sapi, jagung dan rumput laut (pijar).
     Absano merupakan akronim dari angka buta aksara nol, Adono akronim dari angka “drop out” nol, dan Akino akronim dari angka kematian ibu nol.
     Pada APBD Murni 2012, lebih dari 30 persen total anggaran belanja langsung dialokasikan untuk program unggulan, yang berdampak langsung pada pengurangan anggaran sekitar 20-30 persen dari jatah tahun lalu pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) non-unggulan.     
     “Pada APBD Perubahan 2012, anggaran untuk program unggulan ditingkatkan lagi, terutama di bidang kesehatan karena masih banyak kasus gizi buruk,” ujarnya.  
     Diharapkan, implementasi berbagai program unggulan yang didukung anggaran memadai itu dapat mendongkrak perekonomian daerah menuju kemajuan yang berarti.
     APBD NTB Murni 2012 ditetapkan sebesar Rp2,24 triliun lebih, yang mengalami peningkatan cukup signifikan dibanding APBD perubahan 2011 yang mencapai Rp1,65 triliun lebih. 
     APBD NTB 2012 sebesar Rp2,241 triliun lebih itu dijabarkan dalam 300 program/kegiatan, yang dirinci menjadi anggaran pendapatan sebesar Rp2,241 triliun lebih dan anggaran belanja sebesar Rp2,254 triliun lebih. (antara). http://antaramataram.com/berita/index.php?rubrik=5&id=22764

SJBKJADBKH