FITRA NTB APRESIASI RENCANA PENGHEMATAN APBD NTB 2015

217

Langkah pemerintah Provinsi NTB untuk melakukan penghematan belanja rutin APBD 2015 patut diapresiasi. Angin segar bagi masyarakat NTB. Harapan agar anggaran daerah lebih banyak dinikmati langsung oleh masyarakat NTB, semoga terealisasi.

Pemerintah provinsi NTB berencana melakukan penghematan anggaran rutin hingga 20 persen. Adapun belanja rutin yang akan dihemat seperti perjalanan dinas, pembelian alat kantor, belanja hibah, bansos, belanja pemeliharaan hingga belanja operasional lain pemerintah.

Langkah tersebut, dengan mengalihkannya ke pelayanan dasar masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan sangatlah tepat. Karena, 5 dari 10 prioritas pembangunan daerah tahun 2013-2018 adalah terkait peningkatan layanan dasar, yaitu 
1) Reformasi Birokrasi, tata kelola pemerintahan; 
2) Kesehatan; 
3) Pendidikan; 
4) Kesejahteraan social; dan 
5) Lingkungan hidup, perubahan iklim, dan bencana alam.

Arahkan untuk Peningkatan Kualitas Layanan Dasar
Dari sisi kebijakan penganggaran, rencana penghematan dan pengalihan itu pun tepat. Karena, jika melihat tren belanja layanan dasar Provinsi NTB tiga tahun terakhir (2013-2015) cenderung terjadi penurunan.

Tahun 2013 alokasi belanja layanan dasar senilai 63.66 persen, sedangkan tahun 2014 terjadi penurunan yaitu 60.24 persen. Tahun 2015 alokasi belanja layanan dasar meningkat kembali, tapi masih di bawah alokasi tahun 2013, yaitu sekitar 61,57 persen dari proyeksi belanja langsung pemerintah.

Sementara tren ongkos aparatur dan administrasi pada belanja layanan dasar tiga tahun terakhir justru cenderung naik. Tahun 2013 dialokasikan sekitar 4, 86 persen dari total belanja layanan dasar. Sedangkan tahun 2014 naik signifikan menjadi 7,48 persen, dan pada tahun 2015 hanya beda tipis dengan 2014 yaitu sekitar 7,31 persen.

Dengan upaya dan ikhtiar pemerintah menghemat belanja rutin dan mengalihkannya untuk layanan dasar yang kemanfaatannya langsung diterima oleh masyarakat, kita berharap; hak-hak dasar warga terpenuhi dan persoalan di tengah masyarakat NTB berangsur dapat diatasi dan terselesaikan.

DOWNLOAD VERSI PDF 

SJBKJADBKH