Ringkasan Ekskutif
Analisis kredibilitas anggaran sektor Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) di Provinsi Nusa
Tenggara Barat menunjukkan kinerja yang tergolong baik dengan tingkat deviasi rata-rata 9,5%
selama periode 2019-2023, memenuhi standar “good practice” PEFA (Public Expenditure and
Financial Accountability). Namun, terdapat disparitas signifikan antar-bidang: sanitasi (11,6%) dan
air minum (11,3%) berada pada kategori “basic minimum standard”, sementara persampahan
(9,5%) mencapai kategori “good practice”.
Meskipun kredibilitas anggaran secara agregat baik, alokasi anggaran WASH yang sangat
terbatas—hanya 0,64% dari APBD tahun 2023 (Rp 36,5 miliar)—menjadi tantangan utama dalam
mempercepat pemenuhan akses universal. Provinsi NTB masih menghadapi kesenjangan: hanya
83,12% rumah tangga memiliki akses air minum layak (2023), dan cakupan penanganan sampah
baru mencapai 49,64% dari target 70%.
Rekomendasi strategis mencakup: (1) peningkatan alokasi anggaran WASH secara progresif
menuju 3% APBD; (2) penguatan koordinasi antar-kabupaten/kota untuk pengelolaan WASH
regional; (3) perbaikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran; dan (4)
optimalisasi inovasi daerah dalam tata kelola WASH.
Artikel



