VISI
Mewujudkan kedaulatan rakyat atas anggaran
PILIHAN STRATEGI & ORIENTASI KERJA
Secara umum, pilihan strategi yang ditempuh oleh FITRA NTB untuk mencapai visi organisasi, meliputi strategi yang bersifat Pergerakan (Movement), sekaligus mengembangkan kerja-kerja Profesionalisme. Orientasi Kerja Lembaga, antara lain:
- Memperluas pendidikan anggaran sampai pada lingkungan terkecil, dan membumikan gerakan advokasi anggaran melalui isu-isu yang dekat dengan masyarakat (berkaitan langsung dengan hajat hidup mereka). Isu2 prioritas adalah yg bisa membangun collective action dan/ atau isu2 yang spectrum mutasi isunya cukup luas (bisa menggabungkan kelompok warga yang berbeda). Contoh isu tsb a.l.: transparansi pengelolaan anggaran pada sector pelayanan publik seperti Pengelolaan anggaran sekolah.
- Memberikan dukungan pendidikan kepada kelompok masyarakat kelas menengah tertentu yang strategis untuk memperluas gerakan advokasi anggaran berbasis dan/ atau dalam lingkup isu/sektor/cluster pengelompokan social warga. Contoh: pengelolaan anggaran PTN/PTS untuk menjangkau kelompok mahasiswa.
- Membangun jembatan dan mendekatkan gerakan advokasi anggaran kelas menengah agar dapat berkomunikasi dan berkonsolidasi dengan gerakan advokasi warga grass-roots.
- Menggali dan meneliti titik-titik/celah-celah krusial yang menjadi sumber sebab masalah dalam system pengelolaan anggaran dan birokrasi dan mengolahnya menjadi rujukan informasi bagi publik luas dalam mendorong reformasi birokrasi dan tata-kelola anggaran
- Mengelola potensi dukungan knowledge dari kalangan praktisi dan ahli untuk mendukung gerakan advokasi anggaran bagi warga grass-roots
- Memberikan masukan kepada pengambil kebijakan serta mendorong perbaikan dan penguatan system birokrasi dan tata-kelola anggaran, termasuk melalui pola asistensi dengan melibatkan pihak ahli dan praktisi.
- Penguatan kapasitas aparat birokrasi sembari mengedepankan perluasan akuntabilitas kinerja aparat kepada publik.
- Mengembangkan system pendokumentasian secara seksama dan menyebarluaskan best practices yang sudah terjadi terkait reformasi birokrasi dan tata-kelola anggaran.
- Meningkatkan performance dan legitimasi organisasi di mata publik sehingga membuka peluang untuk menggalang dukungan friendraising gerakan
- Peningkatan kapasitas SDM dan system internal untuk mendukung kelancaran kerja organisasi (system keuangan, managemen SDM, Knowledge management, PR dan performance organisasi, Pangkalan data)


